7 Tip Desain Grafis untuk Non-Desainer

 


Pelajari tujuh tip desain untuk non-desainer untuk membantu membuat iklan Facebook, situs web, logo, dan aset kreatif Anda terlihat seperti dibuat oleh profesional terlatih. Pernahkah Anda harus membuat desain meskipun Anda bukan desainer grafis terlatih?


Profesional media sosial sering kali mendesain elemen kreatif yang menyertai postingan organik dan iklan berbayar. SEO mungkin merancang iklan spanduk dan info. Pemasar konten mendesain gambar unggulan dan bahkan mungkin membuat infografik mereka sendiri. Pengusaha dan pemilik bisnis mungkin merancang seluruh situs web mereka, dll. Desain grafis adalah keterampilan yang berguna untuk dimiliki oleh setiap pemasar digital di saku belakang mereka. Dan Anda dapat membuat desain yang terlihat profesional meskipun Anda tidak memiliki pelatihan desain grafis. Bagaimana?

 

Berikut adalah tujuh tip untuk membantu Anda, non-desainer, membuat desain yang menarik.

 

1. Rangkullah Ruang Putih

Saat membuat desain, grafik dan teks cenderung mendapatkan semua perhatian.Area tanpa grafik dan teks sama pentingnya, dan memberikan ruang bagi desain Anda untuk bernafas adalah salah satu faktor yang memisahkan desain amatir dari desain profesional.

Ruang putih (alias, ruang negatif) adalah area di antara dan di sekitar elemen desain, dan tidak harus berwarna putih (bisa berupa warna, pola, atau bahkan gambar apa pun).

 Aturan praktis sederhana adalah ini:

 Jangan memenuhi elemen Anda.

 

2. Gunakan Dua Font yang Mudah Dibaca

Saat memilih font, hal terpenting yang harus difokuskan adalah keterbacaan. Font cantik yang sangat sulit dibaca akan merugikan desain Anda. Selalu pilih font yang jernih. Selain itu, cobalah untuk tetap menggunakan dua font. Lebih dari itu menciptakan kekacauan; terlalu banyak font akan membuat desain Anda sulit untuk dibaca dan membuatnya terlihat seperti dibuat oleh seorang amatir. 

Jika Anda memilih dua font, Anda dapat menggunakan satu untuk judul dan yang lainnya untuk teks isi. Pilih font yang sesuai dengan nada / suara merek Anda. Misalnya, font yang mungkin digunakan butik mode dalam pemasaran digital mereka mungkin sangat berbeda dari yang mungkin dipilih oleh perusahaan teknologi. Tidak peduli font apa yang Anda pilih, Anda dapat menyesuaikan kerning, pelacakan, dan mengarah untuk memungkinkan Anda lebih mudah dibentuk dengan desain Anda.

 

3. Selalu Perhatikan Penjajaran

Hal lain yang membedakan desain profesional dengan desain amatir? Penjajaran. Saat Anda menyelaraskan elemen desain, jangan pernah menebak-nebak. Sebagian besar program desain akan menampilkan garis yang memberi tahu Anda saat kotak teks atau gambar Anda sejajar, atau Anda dapat mengaktifkan garis kisi untuk melihatnya sendiri.

Jika program Anda tidak memiliki opsi untuk menggunakan garis kisi, Anda masih dapat menambahkannya. Unggah gambar vektor kisi dan kirimkan ke bagian belakang desain Anda. Kemudian, setelah semuanya sejajar, hapus kisi-kisi.

 

4. Pertimbangkan Dampak Psikologis Warna

Saat membuat palet warna merek Anda, penting untuk mencerminkan warna merek Anda. Secara psikologis, warna membangkitkan perasaan yang berbeda:

 

  • Biru: kepercayaan, keselamatan, keamanan, dan relaksasi.
  • Ungu: kreativitas, kelimpahan, dan misteri.
  • Hijau: kekayaan, kesehatan, dan penyegaran.
  • Merah muda: feminitas, romansa, dan masa muda.
  • Oranye: energi dan antusiasme.
  • Kuning: optimisme, spontanitas.
  • Merah: gairah dan energi.
  • Hitam: kecanggihan, kemewahan, dan kekuatan.
  • Putih: kemurnian dan kebersihan.
  • Abu-abu: gravitasi dan profesionalisme.

Penting untuk selalu mengingat perasaan yang ditimbulkan oleh palet warna merek Anda saat membuat desain. Ambil warna biru misalnya.

 Mengingat ini adalah warna kepercayaan dan keamanan, tidak heran jika merek keuangan seperti Chase, PayPal, Venmo, dan Visa menggunakan warna biru sebagai warna utama mereka. Pikirkan tentang apa yang Anda ingin warna merek Anda tunjukkan kepada pelanggan Anda. Anda dapat menggunakan psikologi warna dalam segala hal mulai dari logo merek hingga desain situs web Anda.

 

5. Buat Palet Warna

Selain memikirkan tentang psikologi warna, Anda harus memikirkan tentang bagaimana warna berinteraksi satu sama lain untuk membuat palet keseluruhan untuk situs web dan desain Anda. Roda warna Adobe adalah alat yang sangat berguna yang membantu Anda membuat palet warna dengan mudah. Di sini, saya mengambil warna hijau cerah dan membuat lima palet warna yang dapat disesuaikan menggunakan alat gratis.

 

Palet Warna Analog

Palet warna ini menggunakan warna di samping warna dasar pada roda warna untuk menciptakan tampilan monokromatik.

Palet Warna Pelengkap

Palet warna pelengkap menggunakan warna dasar Anda dan kebalikan dari warna tersebut untuk menciptakan kontras. Gunakan satu sebagai dominan dan yang lainnya sebagai aksen.

Palet Warna Triad

Palet warna triad menarik tiga warna dengan jarak yang sama pada roda warna.

Palet Warna Monokromatik

Semua warna dalam palet ini adalah shade, tone, atau tint dari warna utama.

Palet Warna Majemuk

Palet warna majemuk menggabungkan dua warna yang berdekatan dengan warna utama, tanpa terlalu banyak kontras.

 

Kesimpulan

Tidak diperlukan tenaga profesional untuk membuat desain yang terlihat profesional. Gunakan tips desain ini untuk non-desainer untuk memengaruhi kreasi Anda, dan tidak ada yang tahu Anda belajar secara otodidak!

Baca juga :

Belajar desain Flat Illustration disini : https://id.hayacademy.net/s/2i3zfdg 

Belajar jadi Freelancer disini : https://id.hayacademy.net/s/8huuwm3     

Belajar desain di Photoshop disini : https://id.hayacademy.net/s/jp2br7w 

Belajar desain di Adobe Illustrator disini : https://id.hayacademy.net/s/um8l7sl 

Belajar Fiverr disini : https://id.hayacademy.net/s/3gybwz6                      

Belajar Desain Logo disini : https://id.hayacademy.net/s/ba1jw4d

DISKON 50% pakai kupon YAKINDAB


Comments